Kharakteristik Sistem manajemen dengan pendekatan TQM : [3]
· Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
· Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
· Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
· Memiliki komitmen jangka panjang
· Membutuhkan kerjasama team
· Memperbaiki proses secara berkesinambungan
· Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
· Memberikan kebebasan yang terkendali
· Memiliki kesatuan tujuan
· Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
Latar belakang perlunya TQM
Dalam dunia bisnis internasional di tahun 1980, perusahaan amerika mulai kehilangan pasarnya, produktifitasnya tertinggal dengan perusahaan yang berasal dari jepang, terutama dalam sektor industri amerika. Sedangkan pesaingnya jepang justru telah merebut banyak pasar dimana sebelumya didominasi oleh pasar amerika.
Kesuksesan perusahaan jepang tersebut merupakan buah hasil dari kesadaran mereka akan kunci sukses di masa depan adalah kualitas. Oleh karena itu mereka sangan menaruh perhatian tinggi terhadap kualitas. Untuk itu, jepang berusaha menciptakan infrastruktur sebagai dasar kualitas, yaitu aspek manusia, proses dan fasilitas. Berbagai upaya dilakukan seperti mengirimkan team khusus ke luar negeri untuk mempelajari berbagai pendekatan pendekatan yang dilakukan perusahaan asing dan menerjemahkan literatur asing yang terseleksi kedalam bahasa jepang. Menghadirkan dosen asing untuk memberikan kursus pelatihan pada manajernya. Dengan demikian akhirnnya jepang berhasil menemukan strategi strategi untuk menciptakan revolusi alam kualitas. Diantaranya adalah :
· Para manajer tingkat atas secara personal mengambil alih pimpinan revolusi
· Semua level dan fungsi menjalani pelatihan untuk mengelola kualitas
· Perbaikan kualitas dilakukan dengan revolusioner dan terus menerus
· Tenaga kerja dilibatkan dalam perbaikan kualitas melalui konsep Pengendalian kualitas (QC)
Berakat usaha dan strategi tersebut, akhirnya pada pertengahan 1970an kualitas barang2 manufaktur jepan seperti Mobil dan produk elektronika,melampaui kualitas yang dihasilkan para pesaingnya. Dan sebagai akibatnya, ekspor jepang mengalami kenaikan yang sangat drastis, sedangkan perusahaan asing justru mengalami penurunan ekspor yang sangat drastis pula.[4]
Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
